KomanderPanduan
3 · Post-constructionKeuangan / PANDUAN PRAKTIS

Cara Membuat Laporan Akuntansi Perusahaan Konstruksi: Biaya Proyek, WIP, Laba Rugi dan Neraca

Cara membuat laporan akuntansi konstruksi: biaya per proyek, pengakuan pendapatan menurut progres (PSAK 72 / PSAK 115), laporan WIP, lebih dan kurang tagih, jurnal termin, uang muka, retensi dan PPh final.

Tim Komander.ai Panduan · 5 menit baca · Diperbarui 9 Oktober 2026

Akuntansi perusahaan konstruksi berbeda dari usaha dagang. Satu proyek berjalan berbulan-bulan, ditagih per termin, dipotong uang muka dan retensi, dan pendapatannya diakui menurut progres, bukan menurut tagihan. Karena itu setiap transaksi harus dicatat per proyek, dan laporan bulanan selalu dimulai dari posisi setiap proyek.

Bukti transaksiJurnal per proyekBuku besarLaporan biaya proyekLaporan WIPLaba rugi, neraca,arus kas
Dari bukti transaksi ke laporan bulanan: setiap transaksi diberi kode proyek.

Laporan yang dibuat setiap bulan

LaporanIsiUntuk apa
Laporan biaya per proyek (job cost)Biaya material, upah, subkon, alat dan overhead proyek per kode pekerjaan, dibanding RABMelihat proyek mana yang boros dan di pekerjaan apa
Laporan WIP (posisi kontrak)Nilai kontrak, estimasi biaya total, biaya sampai cut-off, persen selesai, pendapatan diakui, yang sudah ditagihMenghitung pendapatan yang benar dan lebih atau kurang tagih
Laba rugiPendapatan diakui dikurangi biaya, per proyek dan untuk perusahaanMengetahui untung sebenarnya, bukan hanya uang yang masuk
NeracaKas, piutang, aset kontrak, retensi, hutang, uang muka diterima, liabilitas kontrakPosisi harta dan kewajiban di tanggal cut-off
Arus kasUang masuk dan keluar menurut tanggal pembayaranMemastikan kas cukup
Umur piutang dan hutangTagihan menurut berapa lama lewat jatuh tempoMenentukan siapa yang harus ditagih atau dibayar lebih dulu

Akun yang khas di perusahaan konstruksi

AkunJenisIsinya
Piutang terminAsetTermin yang sudah ditagih dan belum dibayar
Piutang retensiAsetRetensi yang ditahan pemberi kerja sampai masa pemeliharaan selesai
Aset kontrak (kurang tagih)AsetPekerjaan yang sudah dikerjakan tetapi belum ditagih
Uang muka diterimaLiabilitasUang muka dari pemberi kerja yang belum dipotong dari termin
Liabilitas kontrak (lebih tagih)LiabilitasTagihan yang melebihi pekerjaan yang sudah dikerjakan
Hutang usaha dan hutang subkonLiabilitasTagihan supplier dan subkon yang belum dibayar
Hutang retensi subkonLiabilitasRetensi yang Anda tahan dari subkon
Pendapatan kontrakPendapatanPendapatan yang diakui menurut progres
Biaya proyekBiayaDipecah per proyek dan per kode pekerjaan: material, upah, subkon, alat, overhead proyek
Beban PPh final jasa konstruksiBiayaPPh final yang dipotong pemberi kerja dari setiap pembayaran

Mengakui pendapatan menurut progres

Menurut PSAK 72 (sejak 2024 bernomor PSAK 115), pendapatan kontrak konstruksi diakui sepanjang waktu bila pemberi kerja menguasai bangunan selama dikerjakan, yang umum pada kontrak konstruksi. Persen selesai bisa diukur dari biaya (biaya sampai cut-off dibagi estimasi biaya total) atau dari progres fisik hasil opname. Contoh dengan metode biaya:

ItemNilai
Nilai kontrakRp1.000.000.000
Estimasi biaya totalRp800.000.000
Biaya sampai cut-offRp400.000.000
Persen selesai400 ÷ 800 = 50%
Pendapatan diakui50% × Rp1.000.000.000 = Rp500.000.000
Laba kotor diakuiRp500.000.000 dikurangi Rp400.000.000 = Rp100.000.000
Sudah ditagihRp450.000.000
Kurang tagih (aset kontrak)Rp500.000.000 dikurangi Rp450.000.000 = Rp50.000.000
0200400600400Biaya sampai cut-off500Pendapatan diakui (50%)450Sudah ditagihKurang tagih Rp50 jt
Contoh laporan WIP satu proyek (juta Rp).

Bila sudah ditagih lebih dari pendapatan yang diakui, selisihnya lebih tagih dan dicatat sebagai liabilitas kontrak. Lebih tagih membantu kas sekarang, tetapi berarti sisa pekerjaan nanti dibiayai dengan tagihan yang lebih kecil. Estimasi biaya total harus diperbarui setiap bulan: bila tidak, persen selesai dan laba ikut salah.

Laporan WIP: satu baris per proyek

KolomCara menghitung
Nilai kontrakKontrak ditambah adendum yang sudah disetujui
Estimasi biaya totalBiaya sampai cut-off ditambah perkiraan biaya untuk menyelesaikan
Biaya sampai cut-offDari laporan biaya per proyek, termasuk biaya yang sudah terjadi tetapi belum ditagih supplier
Persen selesaiBiaya sampai cut-off ÷ estimasi biaya total
Pendapatan diakuiPersen selesai × nilai kontrak
Sudah ditagihJumlah termin yang sudah ditagih
Lebih atau kurang tagihSudah ditagih dikurangi pendapatan diakui
Estimasi laba akhirNilai kontrak dikurangi estimasi biaya total. Bila rugi, seluruh rugi diakui segera

Contoh jurnal untuk satu termin

Contoh termin Rp200 juta (sebelum PPN) dengan potongan uang muka Rp40 juta, retensi 5% Rp10 juta dan PPh final 2,65% Rp5,3 juta, seperti di artikel cash flow proyek. PPN dicatat terpisah di akun PPN keluaran.

SaatDebitKredit
Termin ditagihPiutang termin Rp200.000.000Pendapatan kontrak Rp200.000.000
Pembayaran diterimaBank Rp144.700.000; Uang muka diterima Rp40.000.000; Piutang retensi Rp10.000.000; Beban PPh final Rp5.300.000Piutang termin Rp200.000.000
Penyesuaian akhir bulan dari laporan WIP (kurang tagih)Aset kontrakPendapatan kontrak
Penyesuaian akhir bulan dari laporan WIP (lebih tagih)Pendapatan kontrakLiabilitas kontrak

Langkah tutup buku bulanan

  1. Tetapkan tanggal cut-off yang sama untuk biaya, progres dan kas.
  2. Rekonsiliasi setiap rekening bank dengan rekening koran.
  3. Cocokkan piutang dengan riwayat pembayaran, dan hutang dengan tagihan supplier dan PO.
  4. Catat biaya yang sudah terjadi tetapi belum ditagih (barang diterima, pekerjaan subkon dari opname).
  5. Perbarui estimasi biaya total setiap proyek bersama tim lapangan.
  6. Buat laporan WIP, lalu jurnal penyesuaian aset kontrak atau liabilitas kontrak.
  7. Susun laba rugi per proyek, laba rugi perusahaan, neraca dan arus kas.

Catatan untuk developer properti

Penjualan unit rumah ke pembeli sering tidak memenuhi syarat pengakuan sepanjang waktu, sehingga pendapatan diakui saat unit diserahkan. Sampai serah terima, uang muka dan cicilan pembeli dicatat sebagai liabilitas kontrak, dan biaya pembangunan unit dicatat sebagai persediaan. Pastikan perlakuannya dengan akuntan Anda.

Kesalahan yang sering terjadi

Mulai dari template

Panduan lengkapnya ada di Cara membuat laporan keuangan proyek konstruksi di Google Sheets. Di sana ada template gratis (Excel atau Google Sheets) dan pemeriksa yang membaca workbook Anda sendiri.

Ambil templatePeriksa workbook saya

Siap memakai agen Komander di proyek Anda?

Bila workbook Anda sudah lengkap, ajukan pilot: kami bantu menghubungkan data proyek Anda ke Agen Keuangan, Biaya dan Jadwal, dan meninjau laporan pertamanya bersama Anda.

Kirim lewat GmailAplikasi email

Kirim ke melwani@komander.ai. Hasil pemeriksaan workbook Anda ikut dilampirkan bila ada; isi workbook tidak dikirim.

Pertanyaan umum

Apa itu laporan WIP konstruksi?

Laporan posisi setiap kontrak yang berjalan: nilai kontrak, estimasi biaya, biaya sampai cut-off, persen selesai, pendapatan diakui, yang sudah ditagih, dan selisih lebih atau kurang tagih.

Kapan pendapatan konstruksi diakui?

Menurut PSAK 72 (PSAK 115), umumnya sepanjang waktu menurut persen selesai, bila pemberi kerja menguasai bangunan selama dikerjakan.

Apa beda aset kontrak dan piutang?

Piutang adalah tagihan yang sudah dikirim. Aset kontrak adalah pekerjaan yang sudah dikerjakan tetapi belum boleh atau belum ditagih.

Bagaimana mencatat uang muka dari pemberi kerja?

Sebagai liabilitas (uang muka diterima), lalu dikurangi setiap kali termin dipotong angsuran uang muka.

Referensi

  1. Jurnal.id: PSAK 72: pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
  2. Kemdikbud SPADA: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan: materi kuliah PSAK 72
  3. EisnerAmper: Construction WIP Report: lebih dan kurang tagih di laporan WIP
  4. DDTCNews: Tarif PPh Final Jasa Konstruksi: tarif PPh final menurut PP 9/2022