Kebutuhan material dihitung dari dua angka: volume pekerjaan dari RAB atau BOQ, dan koefisien bahan per satuan pekerjaan dari analisa harga satuan. Kebutuhan = volume × koefisien, lalu diubah ke satuan beli (zak, m3, buah) dan ditambah sedikit cadangan sisa.
Koefisien yang dipakai di contoh
| Pekerjaan | Bahan per satuan | Catatan |
|---|---|---|
| 1 m3 beton K-225 | Semen 371 kg, pasir 698 kg, kerikil 1.047 kg, air 215 liter | Angka yang banyak dikutip dari SNI 7394:2008; untuk struktur penting pakai rancangan campuran dari laboratorium |
| 1 m2 dinding bata ringan 7,5 cm | 8,4 buah bata ringan, 3 kg perekat | Lihat artikel AHSP |
| 1 m2 plester 1:4 tebal 15 mm | Semen 6,24 kg, pasir 0,024 m3 | Angka yang banyak dikutip dari analisa SNI plesteran |
Contoh: rumah 6 × 8 m
Volume diambil dari contoh rumah di artikel BOQ, dengan beton struktur dibulatkan menjadi 5 m3.
| Material | Perhitungan | Kebutuhan | Satuan beli |
|---|---|---|---|
| Semen untuk beton | 5 m3 × 371 kg = 1.855 kg | 1.855 kg | 37,1 zak 50 kg |
| Pasir untuk beton | 5 × 698 kg = 3.490 kg ÷ 1.400 kg/m3 | 2,49 m3 | |
| Kerikil | 5 × 1.047 kg = 5.235 kg ÷ 1.350 kg/m3 | 3,88 m3 | |
| Bata ringan | 94,11 m2 × 8,4 buah | 791 buah | 7,1 m3 (111 buah per m3) |
| Perekat bata ringan | 94,11 m2 × 3 kg = 282 kg | 282 kg | 7,1 sak 40 kg |
| Semen untuk plester | 188,22 m2 × 6,24 kg = 1.174 kg | 1.174 kg | 23,5 zak 50 kg |
| Pasir untuk plester | 188,22 m2 × 0,024 m3 | 4,52 m3 |
Lalu tambahkan cadangan sisa sekitar 3% sampai 5% dan bulatkan ke atas: semen beton 39 zak, semen plester 25 zak, perekat 8 sak, pasir 7,5 m3 total. Berat isi pasir dan kerikil berbeda tiap sumber; tanyakan ke supplier, karena pasir sering dijual per truk atau per m3.
Langkah menghitung
- Ambil volume setiap pekerjaan dari BOQ atau lembar perhitungan, bukan dari total RAB.
- Ambil koefisien bahan dari analisa harga satuan yang sama dengan yang dipakai di RAB.
- Kalikan, lalu jumlahkan bahan yang sama dari semua pekerjaan (semen dari beton, plester dan pasangan).
- Ubah ke satuan beli: kg ke zak, kg ke m3 dengan berat isi, m2 ke buah.
- Tambahkan cadangan sisa satu kali saja, lalu bulatkan ke atas.
- Susun jadwal pembelian mengikuti jadwal pekerjaan, supaya material tidak menumpuk terlalu lama di lokasi.

Kesalahan yang sering terjadi
- Sisa material ditambahkan dua kali: di koefisien dan lagi di akhir.
- Semen dihitung per pekerjaan tetapi tidak dijumlahkan, sehingga pembelian terpecah dan lebih mahal.
- Pasir dihitung dalam kg lalu dibeli per m3 tanpa memperhitungkan berat isinya.
- Material dibeli sekaligus di awal, lalu rusak atau hilang di gudang.
Panduan lengkapnya ada di Cara membuat laporan biaya konstruksi untuk mendeteksi pembengkakan sejak awal. Di sana ada template gratis (Excel atau Google Sheets) dan pemeriksa yang membaca workbook Anda sendiri.
Siap memakai agen Komander di proyek Anda?
Bila workbook Anda sudah lengkap, ajukan pilot: kami bantu menghubungkan data proyek Anda ke Agen Keuangan, Biaya dan Jadwal, dan meninjau laporan pertamanya bersama Anda.
Kirim lewat GmailAplikasi email
Kirim ke melwani@komander.ai. Hasil pemeriksaan workbook Anda ikut dilampirkan bila ada; isi workbook tidak dikirim.
Pertanyaan umum
Bagaimana menghitung kebutuhan semen?
Volume pekerjaan dikali koefisien semen per satuan, dijumlahkan dari semua pekerjaan, lalu dibagi berat per zak.
Berapa semen untuk 1 m3 beton K-225?
Angka yang banyak dikutip adalah 371 kg, atau sekitar 7,4 zak 50 kg. Untuk struktur penting pakai rancangan campuran dari laboratorium.
Berapa cadangan sisa material?
Biasanya 3% sampai 5%, tetapi jangan ditambahkan bila sudah ada di koefisien analisa.
Bagaimana mengubah kg pasir ke m3?
Bagi dengan berat isi pasir, misalnya sekitar 1.400 kg per m3. Angka pastinya tanyakan ke supplier.
Referensi
- SNI 7394:2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton (Klinik Konstruksi DIY): koefisien bahan pekerjaan beton