Pekerjaan tambah kurang adalah perubahan pekerjaan dari kontrak awal: ada yang ditambah, ada yang dikurangi, ada yang diganti spesifikasinya. Di proyek pemerintah biasanya disebut CCO (Contract Change Order). Perubahan yang tidak dicatat dengan rapi adalah salah satu penyebab terbesar kontraktor rugi: pekerjaannya dikerjakan, tetapi tidak pernah ditagih.
Langkah menangani perubahan
- Minta instruksi tertulis dari pemberi kerja atau pengawas sebelum mengerjakan. Instruksi lisan tidak cukup sebagai dasar tagihan.
- Catat alasannya: perbedaan kondisi lapangan dengan gambar, permintaan pemilik, atau perubahan spesifikasi.
- Hitung volume tambah dan kurang dari gambar perubahan atau pengukuran bersama, dengan lembar perhitungan seperti BOQ.
- Beri harga: item yang sudah ada di kontrak memakai harga satuan kontrak; item baru memakai harga satuan baru hasil analisa dan negosiasi.
- Tuangkan hasil negosiasi dalam berita acara, lalu adendum kontrak bila nilai atau waktunya berubah.
- Perbarui RAB, RAP, bobot, kurva S dan jadwal dengan kontrak baru. Simpan kurva S lama sebagai pembanding.
Contoh perhitungan
| Item | Jenis | Volume | Harga satuan | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| Kanopi baja ringan teras | Tambah, item baru | 12 m2 | Rp850.000 (negosiasi) | Rp10.200.000 |
| Titik lampu tambahan | Tambah, item kontrak | 6 titik | Rp175.000 (harga kontrak) | Rp1.050.000 |
| Keramik dinding kamar mandi | Kurang | 20 m2 | Rp180.000 (harga kontrak) | minus Rp3.600.000 |
| Selisih bersih | Rp7.650.000 |
Kontrak Rp1.000.000.000 menjadi Rp1.007.650.000, naik 0,77%. Pada pengadaan pemerintah, penambahan nilai kontrak dibatasi: nilai kontrak akhir tidak boleh melebihi 10% di atas harga kontrak awal (Perpres 16/2018 Pasal 54 dan perubahannya). Proyek swasta mengikuti isi kontraknya.
Mencatatnya di workbook
- Satu baris per perubahan di tab Pekerjaan Tambahan: kode, uraian, jenis (tambah atau kurang), volume, harga, status persetujuan dan nomor berita acara.
- Status dibedakan: diajukan, disetujui, ditolak. Hanya yang disetujui masuk nilai kontrak dan bobot.
- Pekerjaan yang sudah dikerjakan tetapi belum disetujui dicatat juga, supaya terlihat berapa nilai yang masih menggantung.

Kesalahan yang sering terjadi
- Mengerjakan tambahan berdasarkan instruksi lisan, lalu sulit ditagih.
- Hanya mencatat pekerjaan tambah, lupa pekerjaan kurang, sehingga nilai kontrak di laporan lebih tinggi dari kenyataan.
- Item baru diberi harga tanpa analisa, sehingga rugi di item itu.
- Kurva S tidak diperbarui setelah adendum, sehingga deviasi terlihat lebih besar atau lebih kecil dari sebenarnya.
Panduan lengkapnya ada di Cara membuat laporan biaya konstruksi untuk mendeteksi pembengkakan sejak awal. Di sana ada template gratis (Excel atau Google Sheets) dan pemeriksa yang membaca workbook Anda sendiri.
Siap memakai agen Komander di proyek Anda?
Bila workbook Anda sudah lengkap, ajukan pilot: kami bantu menghubungkan data proyek Anda ke Agen Keuangan, Biaya dan Jadwal, dan meninjau laporan pertamanya bersama Anda.
Kirim lewat GmailAplikasi email
Kirim ke melwani@komander.ai. Hasil pemeriksaan workbook Anda ikut dilampirkan bila ada; isi workbook tidak dikirim.
Pertanyaan umum
Apa itu CCO?
Contract Change Order: perubahan kontrak karena pekerjaan ditambah, dikurangi atau diganti spesifikasinya, dituangkan dalam adendum.
Harga apa yang dipakai untuk pekerjaan tambah?
Item yang sudah ada di kontrak memakai harga satuan kontrak. Item baru memakai harga baru hasil analisa harga satuan dan negosiasi.
Berapa batas pekerjaan tambah di proyek pemerintah?
Nilai kontrak akhir tidak melebihi 10% di atas harga kontrak awal, menurut Perpres 16/2018 Pasal 54. Cek versi terbaru peraturannya.
Apakah pekerjaan kurang juga perlu adendum?
Ya, bila mengubah nilai kontrak. Pekerjaan kurang mengurangi nilai kontrak dan bobot.
Referensi
- Perpres Nomor 16 Tahun 2018 (Database Peraturan BPK): Pasal 54 perubahan kontrak, dengan daftar perubahannya