Laporan biaya menunjukkan berapa uang yang keluar. Laporan progres menunjukkan berapa pekerjaan yang selesai. Earned value menggabungkan keduanya dalam tiga angka, sehingga terlihat sekaligus apakah proyek boros dan apakah proyek terlambat.
Tiga angka dasarnya
| Angka | Artinya | Dari mana |
|---|---|---|
| PV (nilai rencana) | Nilai pekerjaan yang seharusnya selesai sampai hari ini | Rencana kumulatif kurva S × anggaran total |
| EV (nilai hasil) | Nilai pekerjaan yang benar-benar selesai | Progres aktual hasil opname × anggaran total |
| AC (biaya aktual) | Biaya yang sudah terjadi untuk pekerjaan itu | Laporan biaya per proyek sampai cut-off |
Contoh minggu ke-8
| Item | Nilai |
|---|---|
| Anggaran total (BAC) | Rp1.000 jt |
| Rencana kumulatif minggu 8 | 45%, jadi PV = Rp450 jt |
| Progres aktual | 40%, jadi EV = Rp400 jt |
| Biaya aktual sampai cut-off | AC = Rp440 jt |
| CPI (indeks biaya) = EV ÷ AC | 400 ÷ 440 = 0,91 |
| SPI (indeks jadwal) = EV ÷ PV | 400 ÷ 450 = 0,89 |
| Perkiraan biaya akhir (EAC) = BAC ÷ CPI | 1.000 ÷ 0,91 = Rp1.100 jt |
| Perkiraan selisih akhir | minus Rp100 jt dari anggaran |
Cara membaca angkanya
- CPI di bawah 1: setiap Rp1 biaya hanya menghasilkan kurang dari Rp1 pekerjaan. Proyek boros. CPI 0,91 berarti sekitar 9% lebih mahal dari rencana.
- SPI di bawah 1: pekerjaan yang selesai lebih sedikit dari rencana. Proyek terlambat. SPI 0,89 berarti sekitar 11% di belakang jadwal.
- Bila CPI tetap 0,91 sampai akhir, proyek Rp1 miliar akan menghabiskan sekitar Rp1,1 miliar.
- CPI dan SPI di atas 1 berarti lebih hemat dan lebih cepat dari rencana.
Langkah menghitung setiap minggu
- Pakai anggaran yang sama untuk ketiga angka: RAP untuk kontraktor, RAB untuk pemilik.
- Ambil rencana kumulatif minggu ini dari kurva S untuk PV.
- Ambil progres aktual dari opname (bobot × progres setiap pekerjaan) untuk EV.
- Ambil biaya aktual sampai cut-off yang sama, termasuk biaya yang sudah terjadi tetapi belum ditagih, untuk AC.
- Hitung CPI, SPI dan EAC, lalu catat trennya dari minggu ke minggu. Satu angka bisa kebetulan; tren tiga minggu lebih bisa dipercaya.

Kesalahan yang sering terjadi
- AC dan EV memakai tanggal cut-off berbeda, sehingga CPI salah.
- EV dihitung dari biaya yang sudah keluar, bukan dari progres fisik. EV harus dari opname.
- Material yang baru datang dan belum dipasang dihitung di AC, sehingga CPI terlihat lebih buruk.
- Anggaran (BAC) tidak diperbarui setelah adendum.
Panduan lengkapnya ada di Cara membuat laporan biaya konstruksi untuk mendeteksi pembengkakan sejak awal. Di sana ada template gratis (Excel atau Google Sheets) dan pemeriksa yang membaca workbook Anda sendiri.
Siap memakai agen Komander di proyek Anda?
Bila workbook Anda sudah lengkap, ajukan pilot: kami bantu menghubungkan data proyek Anda ke Agen Keuangan, Biaya dan Jadwal, dan meninjau laporan pertamanya bersama Anda.
Kirim lewat GmailAplikasi email
Kirim ke melwani@komander.ai. Hasil pemeriksaan workbook Anda ikut dilampirkan bila ada; isi workbook tidak dikirim.
Pertanyaan umum
Apa itu earned value?
Cara menilai biaya dan jadwal proyek sekaligus dengan membandingkan nilai rencana, nilai pekerjaan yang selesai, dan biaya aktual.
Apa arti CPI dan SPI?
CPI = EV ÷ AC menunjukkan efisiensi biaya; SPI = EV ÷ PV menunjukkan kecepatan dibanding jadwal. Di bawah 1 berarti boros atau terlambat.
Bagaimana memperkirakan biaya akhir proyek?
Cara sederhana: anggaran total dibagi CPI. Rp1.000 jt ÷ 0,91 sekitar Rp1.100 jt.
Apakah earned value cocok untuk proyek kecil?
Ya. Yang dibutuhkan hanya kurva S rencana, opname progres dan biaya aktual per minggu.