Proyek yang untung di atas kertas bisa kehabisan uang di tengah jalan, karena biaya dibayar lebih dulu dan termin baru cair belakangan. Cash flow proyek menunjukkan kapan uang masuk, kapan uang keluar, dan apakah saldo kas cukup di setiap minggu atau bulan.
Uang masuk dan uang keluar
| Uang masuk | Uang keluar |
|---|---|
| Uang muka dari pemberi kerja | Pembelian material dan alat |
| Termin sesuai progres | Kasbon dan pembayaran tukang borongan |
| Pencairan retensi setelah masa pemeliharaan | Tagihan supplier yang jatuh tempo |
| Pembayaran pembeli (KPR atau tunai) | Gaji staf dan biaya kantor proyek |
Berapa uang yang benar-benar diterima dari satu termin
Nilai termin yang ditagih belum tentu uang yang masuk. Setiap pembayaran biasanya dipotong angsuran uang muka, retensi dan PPh final jasa konstruksi. Contoh untuk kontrak Rp1 miliar dengan uang muka 20% dan retensi 5%, persentase mengikuti kontrak Anda:
| Item | Nilai |
|---|---|
| Termin progres 20% (sebelum PPN) | Rp200.000.000 |
| Potongan angsuran uang muka (20% dari termin) | minus Rp40.000.000 |
| Retensi 5% | minus Rp10.000.000 |
| PPh final 2,65% (kualifikasi menengah, PP 9/2022) | minus Rp5.300.000 |
| Uang yang diterima (PPN ditagih dan disetor terpisah) | Rp144.700.000 |
Pakai angka bersih ini di cash flow, bukan nilai tagihan. Tarif PPh final tergantung kualifikasi usaha (1,75%, 2,65% atau 4%); pastikan dengan konsultan pajak Anda. Retensi bisa juga diganti jaminan pemeliharaan dari bank atau asuransi, sehingga termin dibayar penuh: cara ini membantu cash flow.
Cara membuat cash flow proyek
- Mulai dari saldo kas dan bank hari ini, per rekening.
- Daftar uang masuk yang akan datang: piutang yang belum dibayar dan termin yang akan ditagih, dengan perkiraan tanggal cair.
- Daftar uang keluar: tagihan supplier menurut jatuh temponya, PO yang belum ditagih, upah dan biaya rutin.
- Susun per minggu atau per bulan: saldo awal + masuk − keluar = saldo akhir.
- Tandai periode yang saldonya di bawah batas kas minimum, lalu atur ulang jadwal bayar atau percepat penagihan.
- Ambil tanggal termin dari kurva S: kapan progres rencana mencapai batas termin, ditambah waktu tunggu pembayaran dari pemberi kerja.
- Perbarui setiap minggu untuk 13 minggu ke depan, sehingga kekurangan kas terlihat tiga bulan sebelumnya.


Kesalahan yang sering terjadi
- Termin dianggap cair saat ditagih, padahal pembayaran pemberi kerja bisa mundur berminggu-minggu.
- Retensi dihitung sebagai uang yang tersedia, padahal baru cair setelah masa pemeliharaan.
- Top-up petty cash dihitung sebagai biaya, sehingga biaya terhitung dua kali.
- Tidak ada batas kas minimum, sehingga kekurangan kas baru terasa saat sudah terjadi.
Panduan lengkapnya ada di Cara membuat laporan keuangan proyek konstruksi di Google Sheets. Di sana ada template gratis (Excel atau Google Sheets) dan pemeriksa yang membaca workbook Anda sendiri.
Siap memakai agen Komander di proyek Anda?
Bila workbook Anda sudah lengkap, ajukan pilot: kami bantu menghubungkan data proyek Anda ke Agen Keuangan, Biaya dan Jadwal, dan meninjau laporan pertamanya bersama Anda.
Kirim lewat GmailAplikasi email
Kirim ke melwani@komander.ai. Hasil pemeriksaan workbook Anda ikut dilampirkan bila ada; isi workbook tidak dikirim.
Pertanyaan umum
Apa itu cash flow proyek konstruksi?
Rencana dan catatan kapan uang masuk dan keluar dalam proyek, supaya terlihat apakah saldo kas cukup di setiap periode.
Apa beda cash flow dan laba proyek?
Laba melihat total pendapatan dikurangi total biaya. Cash flow melihat waktunya: proyek yang untung tetap bisa kekurangan kas bila termin cair terlambat.
Bagaimana menghitung saldo kas minimum?
Biasanya sebesar pengeluaran rutin beberapa minggu, misalnya upah dan tagihan supplier dua minggu, supaya proyek tetap jalan bila termin terlambat.
Apakah retensi termasuk uang masuk?
Ya, tetapi pada tanggal pencairannya setelah masa pemeliharaan, bukan saat termin ditagih.
Referensi
- Kemenkeu DJPb: Retensi Bukan Pemeliharaan: retensi 5% atau jaminan pemeliharaan
- DDTCNews: Tarif PPh Final Jasa Konstruksi Direvisi: tarif PPh final menurut PP 9/2022
- Wiss: Cash Flow Management for Construction Contractors: retensi dan prakiraan kas 13 minggu